PELATIHAN PENGEMBANGAN PRODUK CONVINIENCE GOODS UNTUK PENGUATAN KOMPETENSI SANTRI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR 2
DOI:
https://doi.org/10.36352/j-pis.v5i2.150900043Keywords:
Edukasi Keterampilan, Kemandirian Pesantren, Pelatihan Sabun Non-SLS, Santri.Abstract
Artikel ini mengulas pelaksanaan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) 2 yang difokuskan pada upaya edukasi santri dalam pembuatan produk convinience goods, yaitu sabun herbal bebas Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Berbeda dari kajian pengabdian yang membahas persoalan secara menyeluruh, tulisan ini secara khusus menyoroti satu akar masalah utama, yaitu belum dimilikinya keterampilan teknis santri pengelola koperasi dalam mengolah sabun herbal secara mandiri. Pendekatan yang diterapkan adalah pemberdayaan partisipatif yang dipadukan dengan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), dengan sasaran fasilitator dan santri Koperasi Pelajar PMDG 2. Kegiatan koordinasi, pelatihan, dan pendampingan seluruhnya diarahkan pada satu capaian, yakni penguasaan teknik pembuatan sabun non-SLS mulai dari pemahaman dasar saponifikasi hingga praktik produksi. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan, ditandai dengan kenaikan skor evaluasi fasilitator dari rata-rata 29% menjadi 63%, serta lahirnya produk purwarupa sabun herbal berlabel Nazafah Soap dalam empat varian aroma. Draf standar prosedur produksi turut disusun sebagai pedoman keberlanjutan praktik. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kemandirian ekonomi pesantren dapat dimulai dari investasi pada keterampilan dasar warga pesantren sebelum menyentuh aspek kelembagaan dan pemasaran yang lebih luas.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Ibnu Sina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.