Strategi Pengembangan Bisnis Berkelanjutan bagi UKM dengan Pendekatan SWOT dan Business Model Canvas
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan penjualan dan meningkatnya persaingan pada Datanet
Digital Printing di Palembang yang menunjukkan perlunya strategi pengembangan bisnis yang adaptif.
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi factor-faktor internal dan eksternal, merumuskan dan
menganalisis factor internal dan eksternal yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam
pengembangan bisnis Datanet Digital Printing, menentukan prioritas strategi berdasarkan potensi,
kemampuan, dan kendala yang ada serta Menyusun Business Model Canvas (BMC). Penelitian
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer melalui wawancara, observasi, dan
kuesioner terhadap 103 responden, serta data sekunder dari literatur pendukung. Hasil analisis matriks
internal menunjukkan bahwa nilai Internal Factor Analysis (IFAS) sebesar 30 dan nilai External Factor
Analysis Summary (EFAS) sebesar 42,5. Hal ini menunjukkan posisi perusahaan berada pada kuadran
strategi pertumbuhan agresif dengan kebutuhan transformasi digital pada aspek pemasaran dan hubungan
pelanggan. Kesimpulannya, integrasi SWOT dan BMC efektif dalam merancang model bisnis baru yang
mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UKM di era digital.
Digital Printing di Palembang yang menunjukkan perlunya strategi pengembangan bisnis yang adaptif.
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi factor-faktor internal dan eksternal, merumuskan dan
menganalisis factor internal dan eksternal yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam
pengembangan bisnis Datanet Digital Printing, menentukan prioritas strategi berdasarkan potensi,
kemampuan, dan kendala yang ada serta Menyusun Business Model Canvas (BMC). Penelitian
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer melalui wawancara, observasi, dan
kuesioner terhadap 103 responden, serta data sekunder dari literatur pendukung. Hasil analisis matriks
internal menunjukkan bahwa nilai Internal Factor Analysis (IFAS) sebesar 30 dan nilai External Factor
Analysis Summary (EFAS) sebesar 42,5. Hal ini menunjukkan posisi perusahaan berada pada kuadran
strategi pertumbuhan agresif dengan kebutuhan transformasi digital pada aspek pemasaran dan hubungan
pelanggan. Kesimpulannya, integrasi SWOT dan BMC efektif dalam merancang model bisnis baru yang
mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UKM di era digital.
Rincian Artikel
Bagian
Articles