Pengendalian Kualitas Produksi Jarum Suntik Dengan Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) di PT JMS Batam

Isi Artikel Utama

Widi Nugraha
Nandar Cuandra
Rini Atma

Abstrak

Permasalahan kualitas telah mengarah pada taktik dan strategi perusahaan secara menyeluruh dalam rangka
untuk memiliki daya saing dan bertahan terhadap persaingan global dengan produk perusahaan lain. PT.
Japan Medical Supply Batam (JMS) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur alat-alat
kesehatan yang dibutuhkan rumah sakit. Salah satu produk yang paling ketat spesifikasi kualitasnya adalah
jarum. Hal ini karena jarum suntik langsung berhubungan dengan kulit, maka kualitas ketajamannya harus
sesuai dengan ketentuan yang sudah dicantumkan di Inspection Criteria. Dari bulan Oktober 2024 sampai
Maret 2025 terdapat cacat material dengan jumlah persentase keseluruhan sebesar 2%. Berdasarkan analisa
yang dilakukan terdapat 5 jenis cacat yang ditemukan, yaitu rusty, dented, foreign particle, scratch, dan
flowmark. Dari kelima jenis cacat tersebut didapatkan bahwa cacat rusty adalah jenis cacat yang paling
dominan (30%). Dengan menerapkan metode FMEA, faktor lingkungan dan manusia memiliki hasil
perhitungan RPN tertinggi yaitu 80 dan 64. Oleh karena itu QA-Incoming menerapkan pencegahan di area
penyimpanan dengan memberikan kotak penyimpanan tambahan dan pemesanan material secara terbatas,
sedangkan dari sisi manusianya adalah dengan adanya pelatihan ulang terhadap SOP yang ada. Setelah
tindakan tersebut dilaksanakan, QA incoming dapat menurunkan tingkat kecacatan yang awalnya sebesar
2% menjadi 0,54%.

Rincian Artikel

Bagian
Articles