Analisis Faktor Risiko Kejadian Musculoskletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Officer dan Welder Menggunakan Metode Nordic Body Map di PT XYZ Kota Batam
Keywords:
Analisis Faktor, Risiko Ergonomi, MsDs, Nordic Body MapAbstract
Gangguan Muskuloskeletal (MSDs) termasuk dalam risiko kerja yang ditandai dengan keluhan di area otot.
MSDS terjadi akibat posisi tubuh yang salah saat bekerja, menyebabkan regangan otot berlebihan dalam jangka waktu
yang lama. PT.XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor engineering di berbagai industri dan
sektor, dengan pekerja di beberapa departemen termasuk pekerja officer dan welder. Pekerja ini rentan terhadap
MSDS karena berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian MSDS di antara
pekerja officer dan welder di PT.XYZ. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik melibatkan seluruh populasi 30 pekerja
di departemen officer dan welder. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, dengan
menggunakan sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data meliputi observasi lapangan, kuesioner,
dan wawancara. Instrumen penelitian mencakup checklist menggunakan Nordic Body Map (NBM), pertanyaan
kuesioner, dan pedoman wawancara. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara masa
kerja, lama kerja, sikap kerja, dan kejadian MSDS. Analisis regresi logistik sederhana menunjukkan bahwa masa kerja
memiliki nilai p=0,027 dan OR 10,00 dengan CI 95% (0,994-100,612). Nilai p lama kerja adalah 0,010 dengan OR
CI 95% 13,71 (1,381-136,212), sedangkan sikap kerja memiliki nilai p=0,003 dengan CI 95% (1,879-
185,399).Temuan penelitian menekankan pentingnya mengatasi masa kerja, lama kerja, dan sikap kerja untuk
mengurangi kejadian MSDS di antara pekerja officer dan welder. Implementasi intervensi ergonomi dan promosi
posisi kerja yang benar dapat membantu mengurangi risiko MSDS dalam kelompok pekerja ini.









