Jurnal Industri Kreatif ( JIK )
https://ojs3.lppm-uis.org/index.php/JIK
<p style="text-align: justify;">Jurnal Industri Kreatif merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ibnu Sina Batam untuk pengembangan Program Studi Teknik Industri Universitas Ibnu Sina Batam, dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu teknik industri. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dan manajemen yang digunakan dalam dunia industri. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak enam bulan sekali yaitu pada bulan Februari, dan Agustus.</p> <p><span style="text-decoration: underline;"><strong>E-ISSN : 2597-8950</strong></span></p>en-US[email protected] (Rizki Prakasa Hasibuan)[email protected] (UPPM FT)Sun, 08 Feb 2026 07:36:54 +0000OJS 3.1.2.4http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Pengendalian Kualitas Produk PCB dengan Metode SPC (Statistical Process Control) di PT Giken Precision Indonesia
https://ojs3.lppm-uis.org/index.php/JIK/article/view/1308
<p>Dalam proses produksi perusahaan dituntut untuk menghasilkan suatu produk berkualitas sesuai keinginan konsumen. Kualitas produk merupakan suatu kemampuan produk dalam melakukan fungsi-fungsinya, kemampuan itu meliputi daya tahan, kehandalan dan ketelitian, yang diperoleh produk dengan secara keseluruhan (Kotler dan Keller, 2016). PT.Giken Precision Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur komponen elektronik dan kelistrikan. Salah satu produk yang diproduksi oleh PT. Giken Precision Indonesia adalah PCBA (<em>Printing Circuit Board Assembly</em>). Proses ini menyediakan semua komponen elektronik untuk ditempatkan dan disolder ke papan PCB kosong dan termasuk pencetakan pasta <em>solder</em>, penempatan komponen, penyolderan tangan, gelombang atau <em>reflow</em>. Pada proses ini terdapat beberapa produk cacat yang terjadi. Diantaranya adalah PCB terbakar <em>(burn)</em> dan PCB retak <em>(broken)</em>. Dari bulan September 2024 sampai Mei 2025 terdapat cacat produksi dengan jumlah persentase keseluruhan sebesar 0,28%, sementara perusahaan menetapkan persentase cacat yang diperbolehkan adalah 0,20%. Berdasarkan pengambilan data yang dilakukan terdapat 2 jenis cacat yang ditemukan, yaitu PCB patah/<em>broken</em> dan PCB terbakar/<em>burn</em>. Kedua jenis cacat tersebut memiliki persentase yang hampir sama, yaitu PCB <em>broken</em> sebesar 0,142% dan PCB <em>burn</em> sebesar 0,138% . Oleh karena itu kedua jenis cacat tersebut harus dicari solusi perbaikannya. Dengan menerapkan metode SPC, dapat diketahui faktor mesin dan manusia adalah faktor yang paling banyak menyebabkan PCB <em>broken</em>. Sedangkan faktor mesin dan metode adalah faktor yang paling banyak menyebabkan PCB <em>burn</em>. Setelah melalui observasi dan diskusi dengan beberapa pihak di bagian produksi, didapat solusi perbaikan untuk PCB <em>broken</em> adalah otomatisasi pengambilan PCB setelah proses <em>reflow oven</em> dan program pelatihan operator yang lebih optimal. Sedangkan solusi perbaikan untuk cacat PCB <em>burn</em> adalah perbaikan atau modernisasi mesin dan penambahan unsur pengecekan temperatur pada SOP proses tersebut. Setelah tindakan tersebut dilaksanakan, bagian produksi dapat menurunkan tingkat kecacatan yang awalnya sebesar 0,28% menjadi 0,17% di bulan berikutnya.</p>Widi Nugraha, Zulkarnain Zulkarnain, Khiran Khiran
Copyright (c) 2026 Jurnal Industri Kreatif ( JIK )
https://ojs3.lppm-uis.org/index.php/JIK/article/view/1308Tue, 10 Feb 2026 00:00:00 +0000Analisis dan Improvement Kualitas Pengelasan Berdasarkan Rejection Rate Hasil NDT Ultrasonic Testing Menggunakan Metode Six Sigma
https://ojs3.lppm-uis.org/index.php/JIK/article/view/1396
<p>Kualitas pengelasan merupakan aspek penting dalam menjamin integritas struktur pada industri minyak dan gas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab utama tingginya rejection rate hasil <em>Non-Destructive Testing</em> (NDT) dengan metode Ultrasonic Testing (UT), serta memberikan usulan perbaikan kualitas melalui pendekatan Six Sigma dengan tahapan DMAIC (<em>Define, Measure, Analyze, Improve, Control</em>). Objek penelitian adalah sambungan las pada Proyek Sofia di PT. Seatrium (SMOE Indonesia) dengan data inspeksi UT selama 40 minggu. Dari 2.368 sambungan yang diuji, ditemukan 28 cacat dengan dominasi lack of fusion (39,29%) dan slag inclusion (32,14%). Nilai awal Defects per Million Opportunities (DPMO) sebesar 38.043 menghasilkan level sigma 2,9. Setelah implementasi perbaikan—meliputi verifikasi gap sambungan, kalibrasi parameter mesin las, serta penggunaan oven elektroda secara konsisten—DPMO menurun menjadi 3.853 dan level sigma meningkat menjadi 3,8. Hasil penelitian membuktikan bahwa pendekatan Six Sigma berbasis DMAIC efektif dalam menurunkan cacat lebih dari 90%, meningkatkan stabilitas proses, serta mendukung pencapaian standar kualitas internal maupun industri</p>Ahmad Ridwan, Nandar Cundara, Sanusi Sanusi
Copyright (c) 2026 Jurnal Industri Kreatif ( JIK )
https://ojs3.lppm-uis.org/index.php/JIK/article/view/1396Tue, 17 Feb 2026 00:00:00 +0000ANALISIS ERGONOMI AKTIVITAS TENAGA KERJA PT. LAUNDRY BOX CABANG KE-57 MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA)
https://ojs3.lppm-uis.org/index.php/JIK/article/view/1408
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Peningkatan kebutuhan jasa <em>laundry</em> menyebabkan tingginya tuntutan kerja pada tenaga kerja di industri ini, khususnya pada PT. <em>Laundry Box</em> Cabang ke-57. Aktivitas kerja yang melibatkan posisi berdiri, membungkuk, serta mengangkat beban berulang dapat menyebabkan gangguan pada sistem otot rangka atau <em>musculoskeletal disorders </em>(MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko ergonomi yang dialami oleh tenaga kerja menggunakan metode <em>Rapid Entire Body Assessment </em>(REBA) dan memberikan rekomendasi perbaikan postur kerja. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung dan pengisian kuesioner <em>Nordic Body Map </em>(NBM) terhadap tenaga kerja bagian pencucian, pengeringan, dan penyetrikaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami keluhan pada leher, punggung, pinggang dan pergelangan tangan. Berdasarkan analisis REBA, beberapa aktivitas kerja tergolong dalam kategori risiko sedang hingga tinggi, sehingga diperlukan tindakan perbaikan segera. Rekomendasi perbaikan meliputi penyesuaian posisi kerja, penyediaan alat bantu, dan pelatihan postur kerja yang benar untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas tenaga kerja<em>. </em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong>—Ergonomi, <em>Musculoskeletal Disorders</em> <em>(MSDs)</em>, <em>Rapid Entire Body Assessment (REBA)</em>, <em>Nordic Body Map</em> <em>(NBM)</em>, Postur Kerja, <em>Laundry Box</em>.</p> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em> The increasing demand for laundry services has led to higher work demands on employees in this industry, particularly at PT. Laundry Box Branch </em>57<em>. Work activities involving standing, bending, and repetitive lifting can lead to musculoskeletal disorders (MSDs). This study aims to analyze the level of ergonomic risk experienced by workers using the Rapid Entire Body Assessment </em>(REBA)<em> method and to provide recommendations for improving working postures. The research was conducted through direct observation and the use of the Nordic Body Map (NBM) questionnaire for employees in the washing, drying, and ironing sections. The results showed that most workers experienced complaints in the neck, back, waist, and wrists. Based on the REBA analysis, several work activities were classified as moderate to high risk, requiring immediate corrective actions. Recommendations include adjusting working postures, providing assistive tools, and training workers in proper posture techniques to improve comfort and productivity.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong>—<em>Ergonomics, Musculoskeletal Disorders</em> <em>(MSDs),</em> <em>Rapid Entire Body Assessment (REBA),</em> <em>Nordic Body Map</em> <em>(NBM),</em> <em>Working Posture</em>, <em>Laundry Box</em>.</p>Herman Herman, Dasman Johan Das, Khairun Hafiz
Copyright (c) 2026 Jurnal Industri Kreatif ( JIK )
https://ojs3.lppm-uis.org/index.php/JIK/article/view/1408Wed, 25 Feb 2026 00:00:00 +0000Determination of Standard Working Time in the Cable Harness Production Process Using the Stopwatch Time Study Method at PT ABC
https://ojs3.lppm-uis.org/index.php/JIK/article/view/1409
<p>This study aims to determine the standard working time and evaluate daily production targets in the cable harness assembly process at PT ABC using the Stopwatch Time Study method. The research adopts a quantitative descriptive approach by directly observing operators on the production line under normal working conditions. Working time data were collected from eight work elements through 15 observation cycles for each element. The collected data were tested for uniformity and adequacy to ensure reliability before further analysis. Performance rating was determined using the Westinghouse system, while allowance factors were applied to account for fatigue, personal needs, and environmental conditions.</p> <p>The results indicate that the total standard time required to complete one cable harness unit is 1,516 seconds. The standard time for each work element consists of 187 seconds for distribution, 208 seconds for sub-assembly, 188 seconds for mounting, 196 seconds for tapping, 180 seconds for ACB installation, 224 seconds for circuit testing, 163 seconds for relay insertion, and 170 seconds for the attachment process. Based on an effective working time of 8 hours per day (28,800 seconds) and a total manpower of 40 operators, the production line is capable of producing approximately 169 cable harness units per day. The findings of this study provide a practical reference for production planning, manpower allocation, and productivity improvement in cable harness manufacturing processes</p>Aprizal Y
Copyright (c) 2026 Jurnal Industri Kreatif ( JIK )
https://ojs3.lppm-uis.org/index.php/JIK/article/view/1409Fri, 27 Feb 2026 06:49:43 +0000