EVALUASI KINERJA SISTEM PENDINGIN MESIN INDUK KAPAL TERHADAP EFISIENSI OPERASIONAL
Kata Kunci:
sistem pendingin kapal; heat exchanger; fouling; efisiensi termal; condition-based maintenanceAbstrak
Sistem pendingin yang tidak bekerja optimal menurunkan efisiensi mesin induk dan meningkatkan biaya operasional kapal. Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem pendingin mesin induk kapal bulk carrier 5.000 DWT milik PT Samudera Indonesia Tbk. rute Batam–Dumai–Belawan selama 45 hari. Pengukuran menggunakan termokopel tipe K, pressure gauge digital, dan ultrasonic flow meter dengan interval 4 jam. Hasilnya menunjukkan penurunan efisiensi 23,8% dari kondisi desain akibat fouling pada heat exchanger, dengan tahanan fouling sisi air tawar 4,2 × 10⁻⁵ m²K/W dan sisi air laut 8,6 × 10⁻⁵ m²K/W (standar TEMA: 2,4 × 10⁻⁵ m²K/W). Penerapan condition-based maintenance (CBM) dan nano-coating TiO₂ meningkatkan koefisien perpindahan panas menyeluruh (U) dari 2.174 menjadi 2.684 W/m²K (+23,5%), efisiensi mencapai 94,2%, dan menurunkan SFOC dari 196 menjadi 184 g/kWh. Penghematan biaya operasional diperkirakan Rp 178,2 juta per tahun dengan payback period CBM 4,2 bulan.
Referensi
Bergman, T. L., Lavine, A. S., Incropera, F. P., & Dewitt, D. P. (2011). Fundamentals of Heat and Mass Transfer (7th ed.). Wiley.
DNV. (2022). Rules for Classification – Ships Part 4: Machinery Systems. DNV AS.
Kern, D. Q. (1950). Process Heat Transfer. McGraw-Hill.
MAN Energy Solutions. (2022). MAN B&W Diesel Engine Operating Manual: L35MC-C-TII.
Shah, R. K., & Sekulić, D. P. (2003). Fundamentals of Heat Exchanger Design. Wiley.
TEMA. (2019). Standards of the Tubular Exchanger Manufacturers Association (10th ed.).
Wärtsilä. (2021). Wärtsilä 46DF Product Guide. Wärtsilä Corporation.
Yang, J. J., Zhang, G. Y., & Wu, J. H. (2020). Fouling characteristics and anti-fouling strategies in marine heat exchangers. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 123, 109802.